Tampilkan postingan dengan label Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kristen. Tampilkan semua postingan

02/03/2013

Nabi Muhammad Dalam Injil (Bible), Terbongkar Rahasia!!

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik.

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (QS. as-Shaf : 6)


Assalamualaikum ikhwah fillah!!. Ada satu hal yang membuat saya merasa bahagia dan senang, diantaranya disaat Terbongkarnya Rahasia dan Tersingkapnya Kebenaran dan kitatu berada di pihak kebenaran. Dan salah satu rahasia yang terbongkar adalah "Tebuktinya Nubuwat Nabi Muhammad didalam Injil atau Bible atau Alkitab". Benar mahasuci Allah terhadap apa yang Allah wahyukan dalam firmannya tepatnya dalam surat As-Shaf ayat 6 yang berbunyi "...(datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)...". Subhanallah.

Tapi yang jadi masalah kita apakah didalam Alkitab Injil/Bible ada disebutkan nama Rasul Muhammad SAW? kita ketahui Al-Quran itu benar, dan tentu jika Al-Quran mengatakan bahwa kitab-kitab terdahulu menyebutkan bahwa benar nubuwat akan hadirnya Rasul Muhammad. Kenapa para Ahlul kitab (Taurat & Injil) tidak segera berbondong masuk Islam?.

Jawabannya, Kitab Taurat dan Injil sekarang ini telah di otak-atik oleh para "peseleweng", sehingga tersembunyilah kebenara selama beribu-ribu tahun. Allah itu maha melihat! Allah itu maha mengetahui! Allah itu maha kuasa!

"Apabila Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya dia adalah Maha Penerima taubat." (Surat An-Nasr)

Lalu, Apakah Benar Ada Nubuwat Nabi Muhammad Didalam Alkitab Injil Atau bible?
Oke, sekarang mari kita masuk ke dalam ruang lingkup Kristen yang mengklaim Injil itu punya mereka dan masih sempurna. Loh, kenapa mengklaim? iya, soalnya injil itu bukan untuk ummat kristen tapi untuk ummat Nasrani (Nazareth).


Saya berupaya mencari dan menelaah Alkitab, dan saya temukan tepatnya di Injil/Bible/Alkitab Barnabas.

Injil Barnabas mengklaim bahwa Yesus meramalkan kedatangan Nabi Muhammad s.a.w., sehingga cocok dengan Qur'an yang menyebutkan: "Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata!" (As-Shaf : 6)

Ahmad adalah nama lain dari Muhammad, jika Ahmad itu artinya terpuji maka Muhammad artinya sangat terpuji. Sebuah tradisi ilmiah Islam mengaitkan nas Qur’an ini dengan rujukan-rujukan Perjanjian Baru kepada Parakletos (Yohanes 14:16, 14:26, 15:26, 16:7). Kata Yunani "parakletos" dapat diterjemahkan menjadi "Penghibur"; dan dalam tradisi Kristen, kata ini dikatakan merujuk kepada Roh Kudus. Sebagian sarjana Muslim telah mencatat kemiripannya dengan kata Yunani "periklutos" yang dapat diterjemahkan sebagai "yang terpuji"; atau dalam bahasa Arab, "Ahmad".

Nama "Muhammad" seringkali disebutkan secara tegas dalam Injil Barnabas, seperti dalam kutipan berikut:
"Yesus menjawab: `Nama sang Mesias adalah yang terpuji, karena Allah sendiri telah memberikan nama itu ketika Ia menciptakan jiwanya, dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: "Nantikanlah Muhammad; demi engkau, Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan begitu banyak makhluk, yang akan Aku serahkan kepadamu sebagai hadiah, sedemikian rupa sehingga barangsiapa memberkai engkau, dia akan diberkati, dan barangsiapa mengutuk engkau, ia akan dikutuk. Ketika Aku mengutus engkau ke dalam dunia, Aku akan mengutus engkau sebagai utusan keselamatan-Ku dan kata-katamu akan menjadi kenyataan, sedemikian rupa sehingga meskipun langit dan bumi akan gagal, imanmu tidak akan pernah gagal." Muhammad adalah namanya yang diberkati.' Kemudian khalayak itu mengangkat suara mereka, lalu berkata, `O Allah, utuslah kepada kami utusan-Mu: O Yang Terpuji, datanglah segera demi perdamaian dunia!'" Barnabas 97:9-10. Manuskrip Italia mengganti "Yang Terpuji" dengan "Muhammad" [4].
Namun demikian, sementara ada banyak nas di mana Injil Barnabas memberikan bacaan alternatif terhadap perikop-perikop yang terdapat dalam Injil-injil kanonik, tak ada satupun rujukan kepada Muhammad yang langsung menyebut namanya muncul dalam nas-nas sinoptik; dan khususnya, tak ada satupun rujukan kepada "Muhammad" di dalam Barnabas yang sesuai dengan rujukan "Parakletos" dalam Injil Yohanes yang kanonik. Hanya ada satu kesempatan di mana Injil Barnabas dapat dianggap "mengoreksi" sebuah perikop kanonik yang dikenal, sehingga mencatat sebuah nubuat oleh Yesus tentang seorang Utusan Allah (yang tidak disebutkan namanya):
Lalu Yesus berkata: "Akulah suara yang berseru-seru di seluruh Yudea, dan berkata: "Persiapkanlah jalan untuk utusan Tuhan," bahkan sebagaimana tertulis dalam Yesaya." Mereka berkata: "Bila engkau bukanlah Mesias atau Elia, atau nabi manapun juga, mengapa engkau mengajarkan suatu ajaran yang baru, dan membuat dirimu lebih penting daripada Mesias?" Yesus menjawab: "Mujizat yang Allah kerjakan melalui tanganku membuktikan bahwa aku berbicara tentang apa yang Allah kehendaki; akupun tidak membuat diriku sebagai dia yang engkau katakan. Karena aku tidak layak untuk melepaskan tali kasut ataupun pengikat sepatu Utusan Allah yang engkau sebut "Mesias," yang telah diciptakan sebelum aku, dan datang setelah aku, dan akan membawa firman kebenaran, sehingga imannya tidak akan pernah berakhir." (Pasal 43):
Nas ini sangat mirip dengan ayat-ayat dalam Injil Yohanes 1:19-30 yang kanonik, kecuali bahwa dalam nas ini, kata-kata tersebut diucapkan oleh Yohanes Pembaptis (di dalam Qur'an; Yahya ibn Zakariya) dan merujuk kepada Yesus.

Menurut salah satu versi dari Injil Barnabas:

'Kemudian imam itu berkata: "Dengan nama apakah Mesias itu akan dipanggil?" {Yesus menjawab} "Muhammad adalah namanya yang diberkati" ' (ps. 97).

danYesus mengaku, dan mengatakan kebenaran: "Aku bukanlah Mesias itu." (ps. 42:2)

Seperti telah disebutkan di atas, pernyataan-pernyataan ini tampaknya mengkontradiksikan keyakinan Islam. Namun demikian, seorang apologet Muslim terkenal, Ahmed Deedat berpendapat bahwa karena "Mesias" artinya sekadar "dia yang diurapi", maka kata itu dapat dihubungkan dengan nabi manapun, dan Yesus tentu memaksudkan bahwa Muhammad diurapi oleh Allah.

Namun demikian, mengenai Mesias sebagai sinonim dengan orang yang diurapi, hal ini tidak konsisten dengan konotasi yang kompleks dari Mesias menurut orang-orang Yahudi dari abad ke-1. Lihat Mesias. Mesias merujuk kepada seorang pribadi; dua orang tidak mungkin bersama-sama menjadi Sang Mesias. Mesias adalah seorang pemimpin Yahudi, yang berjuang dengan orang-orang Yahudi untuk memulihkan mereka menjadi suatu bangsa yang aman. Islam tidak mengatribusikan sifat ini kepada Muhammad.

Bila penulis Injil Barnabas telah berpengalaman dalam sebuah komunitas Kristen, ia akan paham makna Mesias yang berbeda. Dalam Dunia Kristen, kata ini telah mengandung konotasi dari seorang penguasa yang telah dinubuatkan yang menyelamatkan orang-orang percaya dari penghukuman. Deskripsi ini cocok sekali dengan pandangan Islam mengenai Muhammad.

Menurut salah satu versi dari Injil Barnabas, Yesus menyangkal bahwa dialah sang Mesias itu, dan mengklaim bahwa Mesias akan datang dari kalangan keturunan Ismael (Nabi Isma'il as - yakni, Arab):
"Pada saat itu Yesus berkata: 'Engkau menipu dirimu sendiri; karena Daud di dalam Roh menyebutnya Tuan, dan dengan demikian berkata: "Allah berkata kepada tuanku, duduklah di sebelah kananku, sampai musuh-musuhmu kutaruh di bawah kakimu lawan-lawanmu pijakan kakimu. Allah akan mengirimkan tongkatmu sehingga engkau berkuasa di antara lawan-lawanmu." Bila utusan Allah yang engkau sebut Mesias adalah anak Daud, bagaimana mungkin Daud menyebutnya tuan? Percayalah padaku, karena sesungguhnya aku berkata kepadamu, bahwa janji itu telah dibuat dalam diri Ismael, bukan Ishak.'" (Barnabas 43:10)
Hajj Sayed (Anggota Senior dari CIMS), dalam bukunya yang baru di Mesir, membandingkan hal ini dengan pernyataan berikut dari Alkitab yang kanonik :
"Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud." Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu. Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Matius 22:42-46

Menurut Injil-injil kanonik, Yesus adalah "anak" (keturunan) Daud; karenanya, Hajj Sayed berpendapat bahwa pernyataan ini menguatkan pendapat Injil Barnabas.

Gagasan tentang Mesias sebagai seorang Arab juga ditemukan dalam pasal yang lain dari Injil Barnabas:
"Bila aku melakukan kejahatan, tegurlah aku, dan Allah akan mengasihimu, karena engkau melakukan kehendak-Nya, akan tetapi bila tak seorang pun dapat menegur dosaku, maka itu adalah tanda bahwa engkau bukanlah anak-anak Abraham sebagaimana yang engkau katakan, dan engkau bukanlah bagian dari Dia yang ke dalamnya Abraham terhisab. Sebagaimana Allah yang hidup, demikianlah dalamnya kasih Abraham kepada Allah, sehingga ia tidak hanya menghancurkan semua berhala dan meninggalkan ayah dan ibunya, tetapi juga bersedia mengurbankan anaknya sendiri dalam ketaatan kepada Allah.Imam agung menjawab: "Aku menanyakan hal ini kepadamu, dan aku tidak berusaha membunuh engkau, karena itu katakanlah kepada kami: Siapakah putra Abraham itu?" Yesus menjawab: "Semangat kehormatan-Mu, ya Allah, membakar diriku, dan aku tidak dapat berdiam diri. Sesungguhnya aku berkata, putra Abraham adalah Ismael, dan daripadanya akan datang Mesias yang dijanjikan kepada Abraham, bahwa di dalam dia semua suku di muka bumi akan diberkati." Mendengar hal itu, imam agung murka, dan berseru: "Baiklah kita merajam orang yang durhaka ini, karena ia adalah seorang keturunan Ismael, dan ia telah menghujat Musa dan Hukum Allah." (Barnabas 208:1-2)
Di sini, salah satu versi Injil Barnabas juga mengutip Yesus yang mengatakan bahwa anak Abraham yang dikurbankan adalah Ismael, bukan Ishak, sesuai dengan keyakinan Islam tetapi berlawanan dengan keyakinan Yahudi dan Kristen yang menyatakan Ishaklah yang dikurbankan. Dapat pula ditarik kaitan antara pernyataan dalam alinea terakhir bahwa "di dalam dia semua suku di muka bumi akan diberkati", dengan makna nama "Muhammad", yang "Dipuji (atau Berbahagia)". (Bdk.Life of Prophet Muhammad).

Maka Terbongkarlah Rahasia dan Tersingkaplah Kebenaran Bahwa Yesus Bukan Tuhan dan Bukan Anak Tuhan
Menurut Injil Barnabas, Yesus meramalkan dan menolak penyembahan dirinya sebagai Allah:
dan setelah mengatakan hal ini, Yesus memukul wajahnya dengan kedua tangannya, dan kemudian menutupi tanah dengan kepalanya, sambil berkata: "Terkutuklah barangsiapa yang memasukkan ke dalam ucapan-ucapanku bahwa aku adalah anak Allah" (53:6)

dan setelah berkata demikian Yesus keluar dari Bait Allah. Dan rakyat mengagungkannya, karena mereka membawa semua orang yang sakit yang dapat mereka kumpulkan, dan Yesus setelah berdoa memulihkan kesehatan mereka: oleh karena itu, pada hari itu di Yerusalem tentara-tentara Romawi, melalui pekerjaan Setan, mulai menghasut rakyat, sambil berkata Yesus adalah Allah Israel, yang telah datang untuk melawat umat-Nya." (69:6)

Yesus menjawab: "Dan engkau; menurut engkau siapakah aku?" Petrus menjawab: "Engkau adalah Kristus, anak Allah". Lalu Yesus menjadi marah, dan dengan murka Yesus menegurnya sambil berkata: "Pergilah dari padaku, karena engkau adalah iblis yang berusaha membuat aku berdosa" (70:1)

Yesus berkata lagi: "Aku mengaku di hadapan surga, dan meminta kesaksian dari semua yang hidup di muka bumi, bahwa aku adalah seorang asing bagi semua orang yang telah berkata tentang aku, yakni, bahwa aku lebih daripada seorang manusia biasa. Karena aku, yang lahir dari seorang perempuan, takluk kepada penghakiman Allah; yang hidup di sini seperti semua orang lainnya, sama-sama dapat mengalami penderitaan yang sama." (94:1)

Kemudian imam itu menjawab, dengan gubernur dan raja: "Jangan sesali dirimu, O Yesus, yang kudus dari Allah, karena pada masa kita pemisahan ini tidak akan ada lagi, karena kami akan menulis kepada senat Romawi yang suci dengan cara yang sedemikian bijaksana sehingga dengan dekrit kaisar tak seorangpun akan menyebut engkau Allah atau anak Allah." Kemudian Yesus berkata: "Kata-katamu tidak menghibur aku, karena ketika engkau mengharapkan terang, kegelapanlah yang akan datang; tetapi penghiburanku terdapat dalam kedatangan sang Utusan, yang akan menghancurkan setiap pandangan yang salah tentang aku, dan imannya akan menyebar dan akan menguasai seluruh dunia, karena demikianlah yang telah Allah janjikan kepada Abraham bapak kita." (97:1)
Hal ini sepenuhnya cocok dengan keyakinan Islam yang menyatakan bahwa Yesus ini adalah manusia dan seorang nabi. Menurut sejumlah hadits, Yesus akan kembali ke muka bumi pada masa depan dan menyatakan kepada dunia bahwa ia adalah "seorang hamba Allah". Menurut Imam Anwar Al-Awlaki dalam ceramah audionya Lives of the Prophets, hal pertama yang dikatakan oleh nabi Isa ketika ia berada di buaiannya adalah "Sesungguhnya aku ini hamba Allah", dan hal pertama yang akan dikatakan oleh Isa ketika ia kembali ke muka bumi adalah hal yang sama, "Sesungguhnya aku ini hamba Allah". Menurut Qur'an:
Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina", Maryam dipanggil "saudara perempuan Harun", karena ia seorang wanita yang shaleh seperti keshalehan Nabi Harun a.s. maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?" Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia. (Surat Maryam:27-35)
Ditemukannya Injil Barnabas Kuno 1500 Tahun Yang Menyatakan Kedatanga Nabi Muhammad Setelah Isa, Di Turki
Untuk informasi lengkap seputar penemuan injil barnabas kuno ini silahkan klik  .

Dan inilah dia apa yang saya sebut Rahasia telah terbongkar, Kebenaran telah tersingkap, Kepalsuan telah terungkap..Allahu akbar!!

Bunyi dari isi Injil Barnabas tentang kerasulan Muhammad
Penemuan Injil kuno yang diyakini berusia 1500 tahun telah membuat heboh. Yang membuat gempar, Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.

#ixzz2MM4zVd1J
Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

22/02/2013

Paus Benediktus XVI mengundurkan diri dari posisinya setelah mempelajari berbagai skandal, bukan memeluk Islam

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik.


ROMA (Arrahmah.com) – Informasi menggemparkan menyebar cepat di situs jejaring sosial yang mengatakan bahwa Paus Benediktus XVI telah memeluk Islam dan melaksanakan sholat di sebuah Masjid di Turki.

Arrahmah.com mencoba menelusuri kebenaran laporan tersebut. Dalam sebuah video yang diposting di YouTube Paus Benediktus memang benar telah mengunjungi Masjid Biru yang terkenal di Istanbul. Di sana ia hanya berdo’a dan bukan melaksanakan sholat seperti yang dirumorkan. Karena jika melihat rekaman tersebut, terlihat Paus Benediktus masih mengenakan salib dan ia bersedekap dengan tangan kiri di atas tangan kanan, bukan sebaliknya. Dia juga tampak hanya berdiri, tidak melakukan ruku, sujud dan gerakan sholat lainnya sesuai syariat Islam.


Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

16/02/2013

Soal Pedofilia, Paus Desak Gereja Katolik Akhiri Kemunafikan Religius

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik.

VATIKAN (VOA-ISLAM.COM) – Terkait maraknya kasus pedofilia, Paus Benediktus XVI mendesak umat Kristen agar mengakhiri kemunafikan religius di gereja Katolik.

Hal itu disampaikan Paus saat memimpin misa terakhirnya di Vatikan, Rabu (13/2/2013) sebelum mengundurkan diri pada 28 Februari 2013 mendatang.

Paus menyatakan bahwa umat beriman harus tulus dalam iman mereka. Paus mendesak agar kemunafikan religius dan persaingan di dalam gereja, khususnya gereja Katolik untuk segera diakhiri.

Tampil dengan jubah ungu, Paus memberikan homili(khotbah) terakhirnya di hadapan sekitar 8.000 umat Katolik yang hadir di auditorium Vatikan yang memberikan tepuk tangan meriah. Misa terakhir Paus itu berlangsung sangat emosional.

Dia mengatakan wajah gereja kadang-kadang dirusak oleh dosa melawan kesatuan gereja, dan perpecahan di antara para pastor. Pernyataannya ini merujuk pada kasus pedofilia yang mengganggu lembaga agama yang telah berusia 2.000 tahun tersebut.

Selain itu, dia juga menyatakan bahwa keputusannya mengundurkan diri adalah demi kebaikan gereja Katolik dan dia yakin keputusannya ini tidak menyakitkan gereja. “Terus berdoa bagi saya, bagi gereja, dan bagi Paus berikutnya. Saya mengambil keputusan dalam kebebasan penuh dan untuk kebaikan gereja setelah berdoa cukup lama, dan menguji dengan hati nurani di hadapan Tuhan,” katanya dengan suara penuh emosi.
Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

15/02/2013

Paus Benediktus XVI: Penanggalan Kristen Salah, Perayaan Natal Keliru

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik.

Menurut pimpinan tertinggi umat Kristen Katolik sedunia Paus Benediktus XVI, seluruh penanggalan Kristen berdasarkan pada perhitungan yang salah. Dan tanggal kelahiran Yesus yang dipercayai selama ini juga keliru, katanya dalam buku yang baru diterbitkannya.

“Kesalahan” itu dilakukan oleh seorang rahib abad ke-6 Masehi bernama Dionysius Exiguus atau juga dikenal sebagai 'Dennis the Small', kata Paus Benediktus XVI dalam buku “Yesus of Nazareth: The Infancy Narratives” yang dirilis hari Rabu (21/11/2012).

“Perhitungan awal dari kalender kita –berdasarkan pada kelahiran Yesus– dibuat oleh Dionysius Exiguus, yang membuat kesalahan dalam perhitungannya sebanyak beberapa tahun,” tulis Paus, yang mencetak perdana bukunya sebanyak 1 juta eksemplar untuk dijual ke seluruh dunia.

“Tanggal lahir Yesus yang sebenarnya lebih awal beberapa tahun,” tulisnya dibuku itu, sebagaimana dikutip TheTelegraph.

Pernyataan bahwa kalender Kristen didasarkan pada premis yang salah, bukanlah hal baru. Banyak sejarawan yang sudah menyatakan Yesus diyakini lahir antara tahun 7SM dan tahun 2SM (Sebelum Masehi).

Namun, fakta bahwa pernyataan kekeliruan penanggalan Kristen yang dipakai sekarang ini dikemukakan oleh seorang tokoh Kristen paling terkemuka sedunia, pemimpin 1 juta umat Katolik, adalah suatu hal yang sangat menyolok mata, kata The Telegraph.

Dennis the Small yang dilahirkan di Eropa Timur, dianggap sebagai “penemu” kalender moderen dan konsep era Anno Domini yang dipakai dunia sekarang ini.

Dia membuat sistem kalender yang berbeda dengan yang dipakai pada saat itu, yang berdasarkan pada tahun naik tahtanya Kaisar Romawi Diocletian.

Oleh karena Diocletian pernah membantai orang-orang Kristen, maka hal itu dijadikan alasan oleh rahib itu untuk membuang sistem penanggalan Romawi tersebut dan menerapkan sistem penanggalan baru yang dibuatnya berdasarkan tanggal kelahiran Yesus.

Sistem penanggalan yang dibuat Exiguus tersebut lantas diterima di Eropa setelah dipakai oleh Venerable Bede, rahib sekaligus sejarawan, untuk menandai tanggal peristiwa penting dalam karyanya “Ecclesiatical History of English People” yang selesai digarap tahun 731M.

Namun, bagaimana sebenarnya cara Exiguus alias Dennis membuat perhitungan kalender berdasarkan kelahiran Yesus, hal itu juga tidak jelas. Paus Benediktus XVI mengaku, setelah berkonsultasi dengan banyak cendikiawan dia berkeyakinan bahwa Exiguus membuat kesalahan.

Bibel tidak menyebutkan dengan jelas tanggal kelahiran Yesus. Exiguus kelihatannya mendasarkan perhitungannya pada referensi tidak pasti tentang usia saat Yesus memulai misinya dan fakta bahwa dia dibaptis pada masa kekaisaran Tiberius.

Tradisi Natal dari Pagan
Dalam bukunya, Paus Benediktus XVI mempertanyakan materi-materi yang muncul dalam tradisi perayaan Natal, seperti rusa, keledai dan binatang-binatang lainnya dalam kisah kelahiran Yesus, yang menurutnya sebenarnya tidak ada.

Paus Benediktus XVI juga mengangkat perdebatan mengenai tempat kelahiran Yesus, yang menurut sebagian orang di Nazareth dan sebagian lain di Betlehem (Bait Lahim), yang keduanya terletak di Palestina.

Penyataan tentang kekeliruan penanggalan Kristen diperkuat oleh John Barton. Menurut profesor pakar tafsir naskah-naskah suci Kristen di Oriel College, Universitas Oxford, itu kebanyakan akademisi sepakat dengan Paus bahwa kalender Kristen salah, dan bahwa Yesus dilahirkan beberapa tahun lebih awal dibanding yang disangka orang selama ini. Kemungkinan, kata Barton, Yesus dilahirkan antara tahun 6SM dan 4SM.

“Di Bibel tidak ada refensi yang menyebukan kapan dia dilahirkan –semua yang kita tahu hanyalah dia dilahirkan pada masa Herod yang Agung, yang wafat sebelum 1M,” katanya Barton kepada Daily Telegraph. “Sudah sejak lama diduga bahwa Yesus dilahirkan sebelum 1M. Tidak seorang pun yang tahu kepastiannya.”

Pemikiran bahwa Yesus dilahirkan pada 25 Desember juga tidak memiliki basis fakta sejarah. “Kami bahkan tidak tahu pada musim apa dia (Yesus) dilahirkan. Semua pemikiran tentang perayaan kelahirannya selama masa paling gelap dari sepanjang tahun, kemungkinan berkaitan dengan tradisi pagan dan titik balik matahari di musim dingin.” jelas Barton.
Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Karena Penasaran dengan Injil Barnabas, Paus Benedictus XVI Mundur

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik.

Injil Barnabas Kuno Bertinta Emas Yang Menyatakan Kedatangan Rasul Muhammad Setelah Yesus (Isa .as) Ditemukan Di Turki

Sumber http://www.zulfanafdhilla.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

20 Jenis Jagung Berdasarkan Warna dan Asal Negaranya

20 Jenis Jagung Berdasarkan Warna dan Asal Negaranya  🍒🌸🍃💖🍃🌸🍒 🌽Jagung Kuning: Umum di seluruh dunia, terutama di Amerika...