Tampilkan postingan dengan label Meteorologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meteorologi. Tampilkan semua postingan

25/02/2019

Menghitung Gradien Barometrik Atmosfer

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik.

Menghitung Gradien Barometrik Atmosfer- Sebelum kita lihat contoh bagaimana cara menghitung gradien barometrik pada suatu peta isobar maka kita harus memahami dulu apa yang dimaksud tekanan udara.Udara masuk kategori zat karena menempati ruang meskipun tidak sepadat air atau tanah. Tekanan udara sangat erat kaitannya dengan proses terbentuknya angin. 

Tekanan udara sangat dipengaruhi oleh tingkat kerapatan (densitas) massa udara itu sendiri. Semakin tinggi kerapatan udara maka tekanannya semakin tinggi, begitu pun sebaliknya semakin kecil tingkat kerapatan udara maka semakin kecil tekanannya. Alat untuk mengukur tekanan udara dinamakan barometer. Tekanan udara normal adalah 76 cm Hg. Garis pada peta yang menghubungkan daerah dengan nilai tekanan udara yang sama dinamakan isobar. Angka yang menunjukkan perbandingan dua buah isobar di lapangan dinamakan Gradien Barometrik. Rumus Gradien Barometrik adalah sebagai berikut:


Contoh:
Hitunglah Gradien Barometrik pada peta berikut:


Jawab:
Gradien A- B = 10 x   111 x 1 mb = 13,875 mb
                                      80
Gradien P-Q = 10 x  111  x 1 mb = 7,6 mb
                                     50
Jadi angin yang bertiup dari A ke B lebih kuat dibanding angin yang bertiup dari P ke Q.

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

11/03/2013

Klasifikasi Iklim Koopen

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik.

Klasifikasi iklim Koopen adalah penentuan kriteria iklim berdasarkan temperatur, kelembaban bulanan dan tahunan dan kelembaban musiman. Klasifikasi iklim ini sampai saat ini paling banyak digunakan oleh ahli klimatologi di dunia. Klasifikasi iklim Koopen menggunakan 2 huruf. Huruf awal yaitu iklim utama dan huruf kedua yaitu sub iklimnya. Terdapat 5 jenis iklim menurut Koopen yaitu A, B, C, D dan E.

Baca juga:
Mekanisme angin darat dan angin laut
Sirkulasi atmosfer di bumi yang rumit

1. Iklim A (Tropis)
Iklim ini memiliki ciri suhu rata-rata 18, 4 derajat Celcius dan memiliki keanekaragaman hayati yang banyak. Iklim A terbagi menjadi Aw, Af dan Am. 
  • Iklim Af adalah iklim A dengan curah hujan bulanan 60 mm. 
  • Iklim Aw adalah tipe iklim A yang memiliki musim kering yang panjang (Savana).
  • Iklim Am adalah peralihan antara Af dan Aw. Persediaan air tanah cukup sehingga vegetasi tetap.
2. Iklim B (Gurun)

Terdapat di daerah gurun atau semi arid (steppa), curah hujan terendah 25,5 mm/tahun dan tingkat penguapan besar. Terbagi menjadi Bs dan Bw
  • Bs yaitu iklim stepa
  • Bw yaitu iklim gurun
3. Iklim C (Sedang Basah)
Memiliki ciri temperatur bulan terdingin 18 derajat C sampai –3 derajat C. Iklim C terbagi menjadi
  • Cs (iklim sedang laut dengan musim panas yang kering)
  • Cw (iklim sedang laut dengan musim dingin yang kering)
  • Cf (iklim sedang darat dengan hujan di semua bulan)
4. Iklim D (Dingin)
Memiliki ciri temperatur bulan terdingin kurang dari 3 derajat Celcius dan bulan terpanas lebih dari 10 derajat Celcius. Iklim ini terbagi menjadi Dw dan Ds.
  •  Dw adalah musim dingin yang kering
  •  Ds adalah musim dingin yang lembab
5. Iklim E (Salju)
Memiliki ciri yaitu bulan terpanas suhu  kurang dari 10 derajat Celcius. Terbagi menjadi Et dan Ef.
  • Et yaitu ikllim tundra
  • Ef yaitu iklim kutub salju
Penyebaran Iklim Koopen
Baca juga: Kumpulan rumus hitung peta kelas xii

Sumber: wikipedia
Gambar:
kresno-setyoputro.blogspot.com

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

08/03/2013

Klasifikasi Iklim Junghuhn

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik.

Iklim merupakan kondisi rata-rata atmosfer dalam jangka waktu tertentu dan meliputi wilayah yang luas. F. W Junghuhn mengklasifikasikan tipe iklim di Indonesia berdasarkan faktor ketinggian dan jenis vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut. Junghuhn merupakan seorang ahli botani berkebangsaan Jerman yang pernah tinggal di Indonesia (Bandung) dan melakukan penelitian terhadap penyebaran vegetasi di Jawa khususnya Jawa Barat. 

Baca juga:
Memahami jenis front cuaca  
Menghitung skala foto udara di peta 
Animasi pembentukkan hujan konvektif, orografik dan frontal
Perbedaan batuan beku dan sedimen
Soal UN geografi 2017 dan jawabannya
Perbedaan peta umum, temaik dan topografi
Profil negara maju di benua Asia

Menurut Junghuhn klasifikasi daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Daerah panas/tropis
Ketinggian tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3° – 22°C. Tanamannya seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.


Padi
2. Daerah sedang
Ketinggian tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22° -17,1°C. Tanamannya seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran.


Tembakau

3. Daerah sejuk

Ketinggian tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamannya seperti teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran.


Teh
4. Daerah dingin
Ketinggian tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Jenis vegetasi tidak ada tanaman budidaya kecuali sejenis lumut.


Lumut
Baca juga: 
Kumpulan rumus hitung peta dan pemetaan kelas xii
Pengertian pendekatan kompleks kewilayahan
Menghitung sex ratio dan dependency ratio
Perbedaan sirkum pasifik dan mediterania
Sejarah dan lokasi peradaban sungai Indus 
6 zona persebaran fauna di dunia Wallace 
Pengertian hujan virga atau menggantung
Jenis-jenis presipitasi di atmosfer

Gambar: 
sariberbagiilmu.blogspot.com
teknis-budidaya.blogspot.com
bandung.panduanwisata.com
www.losari.net
Mau langsung diajari oleh Maudy Ayunda di rumah?
rata atmosfer dalam jangka waktu tertentu dan meliputi wilayah yang luas Klasifikasi Iklim Junghuhn
UPDATE QUIPPER
Nilai ulangan harian dan pemahaman belajar kamu masih belum meningkat di kelas?. Gak mau kan nilai kamu kalah terus dengan teman kamu?. Yuk gabung Quipper Video sekarang. Hampir 1 juta siswa Indonesia telah menggunakan Quipper untuk membantu pengayaan belajar di rumah. Materinya lengkap banget
1. Dapat materi SMP + SMA (IPA dan IPS) + UN + SBMPTN
2. Ada ribuan video belajar keren dari tutor terbaik
3. Bank soal dan intensif UN dan SBMPTN
4. Tips dan Trik menjawab soal cepat
5. Dan masih banyak lagi keunggulannya
Yang lebih keren lagi, Quipper masih ada diskon harga lho dengan menggunakan kode diskon dari mitra resmi. Cek di whatsapp saya di bawah untuk dapatkan kode diskonnya. Sumber: Youtube Quipper

Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

07/03/2013

Klasifikasi Iklim Schmidt Ferguson

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik.

Pada postingan kali ini akan dijelaskan mengenai klasifikasi iklim menurut Schmidt Ferguson. Schmidt Ferguson mengkasifikasikan iklim berdasarkan ukuran bulan basah, bulan lembab dan bulan kering. Kriteria tersebut mengacu pada jumlah curah hujan yang diterima setiap daerah.

Baca juga: 
Perbedaan sirkum pasifik dan mediterania 
Letak strategis Indonesia dan pengaruhnya 
5 potensi fisik wilayah Indonesia
Pengertian sumber daya alam terestrial
Faktor perubahan iklim dan dampaknya

Klasifikasi iklim Oldeman

Klasifikasi iklim Schmidt Ferguson dikembangkan pada tahun 1950. Schmidt adalah  guru besar dan pejabat Direktur Lembaga Meteorologi dan Geofisika di Jakarta, sedangkan Ferguson adalah seorang guru besar pengelolaan hutan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia pada waktu itu. Mereka berdua membuat klasifikasi iklim ini dengan alasan sistem klasifikasi yang telah dikenal seperti Koppen, Thornwaite. SistemThornwaite kurang sesuai dengan keadaan di Indonesia khususnya mengenai teknik menilai curah hujan. Baca juga: Kode promo quipper terupdate

Kriteria yang digunakan untuk menentukan bulan basah, bulan lembab dan kering adalah sebagai berikut :

Bulan Basah (BB) : jumlah curah hujan lebih dari 100 mm/bulan.
Bulan Lembab (BL) : jumlah curah hujan antara 60-100 mm/bulan.

Schmidt dan Ferguson menentukan BB, BL dan BK tahun demi tahun selama pengamatan, yang kemudian dijumlahkan dan dihitung rata-ratanya. Penentuan tipe iklimnya mempergunakan tipe iklimnya dengan mempergunakan nilai Q yaitu:


Q : Banyak Bulan Kering  x 100%
     Banyak Bulan Basah

Diagram Iklim Schmidt Ferguson
Berdasarkan besarnya nilai Q, maka tipe iklim Schmidt Ferguson digolongkan ke dalam tipe berikut:

Nilai Q Iklim Ferguson

Contoh Soal:
Diketahui data curah hujan Kota Majalengka sebagai berikut:


Tentukan jenis iklimnya, silahkan yang mau jawab di komentar aja ok.

Baca juga:

Mau lulus UN dengan nilai tinggi pakai tips trik Quipper?
UPDATE QUIPPER
Mau nilai pelajaran kamu semakin meningkat di sekolah hanya dengan belajar di rumah?. Yuk gabung Quipper, bimbel online yang paling keren di Indonesia saat ini. Hampir 1 juta siswa Indonesia telah menggunakan Quipper untuk membantu pengayaan belajar di rumah. Materinya lengkap banget
1. Dapat materi SMP + SMA (IPA dan IPS) + UN + SBMPTN
2. Ada ribuan video belajar keren dari tutor terbaik
3. Bank soal dan intensif UN dan SBMPTN
4. Tips dan Trik menjawab soal cepat
5. Dan masih banyak lagi keunggulannya

Yang lebih keren lagi, Quipper masih ada diskon harga lho dengan menggunakan kode diskon dari mitra resmi. Cek di whatsapp saya di bawah untuk dapatkan kode diskonnya. Sumber: Youtube Quipper
Pada postingan kali ini akan dijelaskan mengenai klasifikasi iklim menurut Schmidt Ferguso Klasifikasi Iklim Schmidt Ferguson


Sumber https://geograph88.blogspot.com/

Selain sebagai media informasi pendidikan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

20 Jenis Jagung Berdasarkan Warna dan Asal Negaranya

20 Jenis Jagung Berdasarkan Warna dan Asal Negaranya  🍒🌸🍃💖🍃🌸🍒 🌽Jagung Kuning: Umum di seluruh dunia, terutama di Amerika...